Itu yang menjadikan Marion Balotelli semakin disenter merupakan perilakunya di atas rumput hijau. Pemain barisan depan yang didatangkan atas Klub AC Milan tersebut adakalanya nampak tidak mau berusaha keras dan belum memperlihatkan semangat berjuang sekuat tenaga pada waktu teman-teman satu skuadnya berlari dengan usaha yang keras dan berlaga hingga titik penghabisan bersama pesepak bola lawan.
Telah demikian, Mario Balotelli pun tidak mudah merasa bersama keadaan di dalam skuadnya. Pada saat Si Merah sedang kalah kosong-tiga atas Klub Real Madrid di turnamen Liga Champions, dia justru melakukan pertukaran seragam bersama pesepak bola lawan, yakni Pepe, pada waktu akhir sesi pertama. Dia juga mendapatkan banyak kritikan. Manejer Brendan Rodgers, pelatih Klub Liverpool, sekarang mesti mengerti bagaimana jalannya untuk membuat Mario Balotelli tidak tumpul lagi dan subur dalam mencetak goal. Dia dipercayai mampu melaksanakannya, seperti bagaimana dahulu dia berhasil menjadikan pasangan duet Daniel Sturridge dan Luis Suarez begitu tajam di lini depan.
"Kalau ada seseorang yang dapat mengembalikan kekuatan terhebatnya Mario Balotelli, maka Manejer Brendan Rodgerslah orangnya," ujar pelatih Klub Swansea City, yang bernama Garry Monk, sama halnya dengan dilaporkan media penyiaran berita olahraga sepak bola. "Dia merupakan orang yang begitu bagus sekali, begitu baik sekali dalam bertemu dengan pesepak bola- pesepak bola, berteman, menyenangkan dalam pergaulan, dan mengerti seluruh pemainnya dan juga sikap serta prilaku yang berlainan-lainnya," tambahnya.
Menurut Agen Casino 338A - "Aku percaya dia merupakan orangnya yang bakal melaksanakannya," lanjut Monk. Ketika sedang aktif menjadi pesepak bola, Monk sempat sebagai pemimpin skuat Klub Swansea City yang ditangani Manejer Brendan Rodgers pada kurun waktu tahun 2010 hingga tahun 2012.
Terima kasih sudah membaca artikel tentang Mampukah Brendan Rodgers Membuat Mario Balotelli Tajam Kembali? dari blog ini.

No comments:
Post a Comment